Tuesday, 3 July 2012

MANUSIA DAN HARAPAN


A. PENGERTIAN HARAPAN
Harapan berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu terjadi, sehingga harapan berarti sesuatu yang diinginkan dapat terjadi. Setiap manusia pasti memiliki harapan. Manusia tanpa adanya harapan berarti manusia itu mati dalam hidup. Harapan tersebut tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup, dan kemampuan masing-masing. Berhasil atau tidaknya suatu harapan tergantung pada usaha orang yang mempunyai harapan itu sendiri.

Harapan hampir mirip dengan cita-cita, bedanya cita-cita adalah sesuatu yang diinginkan setinggi-tingginya, sedangkan harapan itu tidak terlalu muluk. Disamping perbedaan, harapan dan cita-cita memiliki kesamaan, yaitu :
1. Keduanya menyangkut masa depan karena belum terwujud.
2. Pada umumnya baik cita-cita maupun harapan adalah menginginkan hal yang lebih baik atau lebih meningkat.

Contoh dari harapan yaitu misalnya seseorang yang berharap mendapatkan IPK yang baik, ia berusaha keras dalam belajar dan bersungguh-sungguh, sehingga ia dapat memenuhi harapannya tersebut. Tapi semuanya bergantung kepada kehendak Tuhan Yang Maha Esa. Kita sebagai manusia hanya bisa berharap dan berusaha.


B. SEBAB-SEBAB MANUSIA MEMILIKI HARAPAN
Terdapat 2 penyebab seorang manusia memiliki suatu harapan, yaitu :

1. Dorongan Kodrat
Kodrat adalah sifat, keadaan atau pembawaan alamiah yang sudah terwujud dalam diri manusia sejak manusia itu diciptakan oleh Tuhan.
Dorongan kodrat menyebabkan manusia mempunyai keinginan atau harapan, misalnya menangis, tertawa, sedih, dan bahagia.
Dalam diri manusia masing-masing sudah terjelma sifat, kodrat pembawaan dan kemampuan untuk hidup bergaul, hidup bermasyarakat, dan hidup bersama dengan manusia lain.
Dengan kodrat inilah, manusia memiliki harapan.

2. Dorongan Kebutuhan Hidup
Manusia memiliki kebutuhan hidup, umumnya adalah kebutuhan jasmani dan rohani. Untuk memenuhi kebutuhan itu manusia harus bekerja sama dengan manusia lain. Hal ini disebabkan karena kemampuan manusia sangat terbatas baik kemampuan fisik maupun kemampuan berpikirnya.

Menurut Abraham Maslow, sesuai dengan kodratnya, harapan atau kebutuhan manusia itu adalah :
a. Kelangsungan hidup (survival).
b. Keamaanan (safety).
c. Hak dan kewajiban untuk mencintai dan dicintai (be loving and loved).
d. Diakui lingkungan (status).
e. Perwujudan cita-cita (self-actualization).
Dengan adanya dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup maka manusia mempunyai harapan. Karena pada hakekatnya harapan itu adalah keinginan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

C. PENGERTIAN DOA
Berbagai pengertian tentang doa yaitu :

a. Do'a Adalah Senjata Orang Mu'min
Doa adalah obat yang paling mujarab. Ia ibarat musuh bagi penyakit. Ia senantiasa melawan, menhilangkan atau meringankanya.

b. Doa adalah jalan keselamatan, tangga pengantar, sesuatu yang dituntut oleh orang-orang yang berpengetahuan, kendaraan orang-orang shalih, tempat berlindung bagi kaum yang terzalimi dan tertindas.

c. Doa adalah Nafas
Doa adalah NAFAS HIDUP bagi orang percaya.
"DOA bukanlah sebuah PILIHAN, melainkan sebuah KEBUTUHAN yang sangat primer bagi hidup orang percaya.
BERDOA bukan hanya mencari PERTOLONGAN.
BERDOA merupakan bukti KETERGANTUNGAN kita kepada Tuhan.
Sebagaimana kita harus BERNAFAS untuk tetap HIDUP, demikian juga kita harus berdoa untuk kehidupan rohani kita

d. Doa adalah otaknya ibadah

e. Doa adalah sebuah permohonan yang mengarah pada kebaik


MACAM-MACAM DOA
a. Doa bagi umat kristen, contoh :
Doa Bapa Kami dengan Uraian oleh St. Fransiskus dari Asisi
Doa Bapa Kami dengan Uraian oleh St. Petrus Yulianus Eymard
Doa Bagi Yesus Tersalib
Doa Sebelum Misa oleh St. Thomas Aquinas
Doa Sesudah Misa oleh St. Thomas Aquinas

b. Doa bagi umat muslim, contoh :
Doa-doa shalat
Doa pagi-sore
Doa ketika berpakaian
Doa melihat orang sakit
Doa mendengar orang adzan

CONTOH-CONTOH DOA
Doa setelah shalat :
Allahumma antassalam waminkassalam wa ilaika ya’udussalam fahayyina rabbanaa bissalam, wa adkhilna jannata daarassalaam, tabarakta rabbana wa ta aalaita yaa dzaljalaali wal ikram.
Doa ketika berpakaian :
Alhamdulillaahil ladzii kasaaniihaadzaa wa razaqaniihi min ghairi haywlin minniy walaquwwatin.
Do'a Masuk WC :
Allaahumma innii a'uudzubika minal khubutsi wal khabaa'itsi.
Do'a Keluar WC :
Ghufraanaka. Alhamdulillaahil ladzii adzhaba 'annjil adzaa wa'aafaanii.
Do'a Tiba di Tujuan :
Alhamdulillaahil ladzi sallamanii wal ladzii aawaanii wal ladzii jama'asy syamla bii.

D. KEPERCAYAAN
Kepercayaan berasal dari kata percaya, artinya mengakui atau meyakini akan kebenaran. Kepercayaan adalah hal-hal yang berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran.
Ada jenis pengetahuan yang dimiliki seseorang, bukan karena hasil penyelidikan sendiri, melainkan karena diterima orang lain. Kebenaran pengetahuan yang didasarkan atas orang lain itu disebabkan karena orang itu dipercaya. Dalam agama terdapat kebenaran-kebenaran yang dianggap diwahyukan artinya diberikan Tuhan, baik langsung atau tidak langsung kepada manusia.
Dasar kepercayaan adalah kebenaran. Sumber kebenaran adalah manusia.

Menurut Dr. Yuyun Suriasumantri dalam bukunya “Filsafat Ilmu” sebuah pengantar populer, ada 3 teori kebenaran, yaitu :
1. Teori Koherensi atau Konsistensi
Yaitu suatu pernyataan dianggap benar bila pernyataan tersebut bersifat koherensi atau konsisten dengan pernyataan-pernyataan sebelumnya yang dianggap benar.

2. Teori Korespondensi
Yaitu suatu teori yang menjalankan bahwa suatu pernyataan benar jika materi pengetahuan yang dikandung pernyataan itu berkoresponden (berhubungan) dengan obyek yang dituju oleh pernyataan tersebut.

3. Teori Pragmatis
Kebenaran suatu pernyataan diukur dengan kriteria apakah pernyataan tersebut bersifat fungsional dalam kehidupan praktis.

E. KEPERCAYAAN dan USAHA UNTUK MENINGKATKANNYA
Terdapat 4 jenis kepercayaan, yaitu :
1. Kepercayaan Pada Diri Sendiri
Kepercayaan kepada diri sendiri itu ditanamkan setiap pribadi manusia. Percaya kepada diri sendiri pada hakekatnya adalah kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

2. Kepercayaan Kepada Orang Lain
Kepercayaan kepada orang lain itu sudah tentu percaya kepada terhadap kata hatinya, atau terhadap kebenarannya. Karena ada ucapan yang berbunyi ” orang dipercaya karena ucapannya”.

3. Kepercayaan Kepada Pemerintah
Pandangan demokratis mengatakan bahwa kedaulatan adalah dari rakyat, dan milik rakyat. Rakyat adalah negara dan rakyat itu menjelma pada negara. Seseorang mempunyai arti hanya dalam masyarakat, dan negara. Hanya negara sebagai keutuhan (totalitas) yang ada, sehingga kedaulatan mutlak pada negara. Satu-satunya yang mempunyai hak adalah negara. Manusia perseorangan tidak mempunyai hak, tetapi hanya kewajiban.
Karena itu jelaslah bagi kita, baik teori maupun pandangan teokratis atau demokratis negara pemerintah itu benar, karena Tuhan adalah sumber kebenaran. Sehingga wajar jika manusia sebagai warga negara percaya kepada negara dan pemerintah.
4. Kepercayaan Kepada Tuhan
Kepercayaan kepada Tuhan yang maha kuasa itu amat penting, karena keberadaan manusia itu bukan dengan sendirinya, tetapi diciptakan oleh Tuhan. Kepercayaan itu amat penting karena merupakan tali kuat yang dapat menghubungkan manusia dengan Tuhannya. Kepercayaan berarti keyakinan dan pengakuan akan kebenaran adanya Tuhan. Oleh karena itu, jika manusia ingin memohon pertolongan kepadaNya, maka manusia harus percaya kepada Tuhan.

USAHA MANUSIA UNTUK MENINGKATKAN RASA PERCAYA KEPADA TUHANNYA
Usaha-usaha yang dilakukan antaralain, yaitu :
• Meningkatkan ketaqwaan kita dengan jalan meningkatkan ibadah.
• Meningkatkan pengabdian kita kepada masyarakat.
• Meningkatkan kecintaan kita kepada sesama manusia dengan jalan suka menolong, dermawan, dan sebagainya.
• mengurangi nafsu mengumpulkan harta yang berlebihan.
• menekan perasaan negatif seperti iri, dengki, fitnah, dan sebagainya.

Sumber :
http://triicecsfabregas.blogspot.com/2012/01/manusia-dan-harapan.html
http://abra139210.wordpress.com/2011/05/24/manusia-dan-harapan/

MANUSIA DAN KEGELISAHAN


A. KEGELISAHAN
Kegelisahan berasal dari kata gelisah, yang berarti tidak tenteram hatinya, selalu merasa kwatir tidak tenang, tidak sabar, cemas. Sehingga kegelisahan merupakan hal yang menggambarkan seseorang tidak tentram hati maupun perbuatannya, merasa kwatir, tidak tenang dalam tingkah lakunya, tidak sabar ataupun dalam kecemasan. Kegelisahan hanya dapat diketahui dari gejala tingkah laku atau gerak gerik seseorang dalam situai tertentu.

Kegelisahan merupakan salah satu ekspresi kecemasan. Karena itu dalam pengertian sehari-hari kegelisahan juga diartikan kecemasan, kekwatiran ataupun ketakutan. Masalh kecemasan atau kegelisahan berkaitan juga dengan masalah frustasi, yang secara definisi dapat disebutkan, bahwa seseorang mengalami frustasi karena pa yang diinginkan tidak tercapai

Ada tiga macam kecemasan yang menimpa manusia yaitu kecemasan kenyataan (obyektif), kecemasan neorotik dan kecemasan moril (Sigmund Freud)

B. SEBAB-SEBAB ORANG GELISAH
Pada hakekatnya orang yang merasa gelisah disebabkan karena orang tersebut takut kehilangan hak-haknya. Hal itu adalah akibat dari suatu ancaman, baik ancaman dari dalam maupun dari luar. Mengatasi kegelisahan ini pertama-tama dimulai dari diri kita sendiri, yaitu kita harus bersikap tenang. Dengan sikap tenang kita dapat berpikir tenang, sehingga segala kesulitan dapat kita atasi.

Contoh dari gelisah adalah siswa yang sedang menunggu pengumuman kelulusan. Pada saat itu mereka merasa gelisah karena belum mengetahui nilai-nilai yang mereka peroleh. Kegelisahan akan berhenti setelah mereka menerima hasil kelulusan mereka.

C. USAHA-USAHA MENGATASI KEGELISAHAN
Usaha guna mengatasi suatu kegelisahan dimulai dari diri kita sendiri, yaitu dengan bersikap tenang. Dengan kita bersikap tenang, maka kita dapat berfikir secara jernih. Setelah kita usaha, maka selanjutnya kita serahkan segalanya kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Contoh mengatasi kegelisahan, misalnya seseorang yang hatinya sedang gelisah mengatasi kegelisahan tersebut dengan cara beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa.

D. KETERASINGAN
Keterasingan berarti hal-hal yang berkenaan dengan tersisihkan dari pergaulan, terpencil atau terpisah dari yang lain. Penyebab orang berada dalam posisi terasingkan adalah perilakunya yang tidak dapat diterima atau tidak dapat dibenarkan oleh masyarakat atau kekurangan yang ada pada diri seseorang , sehingga ia dapat atau sulit menyesuaikan diridalam masyarakat.

Ayat Al-Quran mengenai keterasingan yaitu
“ Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya“ (surat Al-Imran ayat 19)

E. KESEPIAN
Kesepian berasal dari kata sepi yang berarti sunyi atau lengang, sehingga kata kesepian berarti merasa sunyi atau lengang, tidak berteman. Setiap orang pernah mengalami kesepian, karena kesepian bagian hidup manusia. Lama rasa sepi itu bergangung pada mental orang dan kasus penyebabnya. Bermacam sebab terjadinya kesepian, frustasi dapat mengakibatkan kesepian.

Kesepian adalah perasaan terasing dalam pikiran seseorang. Kita dapat sendiri tanpa merasakan kesepian. Kesepian merupakan masalah umum pagi setiap orang, laki-laki dan perempuan dapat melanda siapapun, tidak mengenal batas usia. Kesepian menjadi sumber bermacam-macam penyakit pisik dan psikologis, seperti, sakit kepala, nyeri punggung, darah tinggi, emosional, gampang tersinggung, bahkan depresi berat sampai bunuh diri.

Tiga macam penyebab terjadinya kesepian :
1. Frustasi
2. Sedang terjadi masalah
3. Pikiran yang sedang kalut

Contoh dari orang yang sedang kesepian yaitu jauh dari tempat ramai dan memiliki perasaan terasing dari lingkungan sekitarnya.

F. KETIDAKPASTIAN
Ketidak pastian berasal dari kata tidak pasti artinya tidak menentu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu, tanpa arah yang jelas, tanpa asal-usul yang jelas. Ketidak pastian artinya keadaan yang pasti, tidak tentu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu, keadaan tanpa arah yang jelas, keadaan tanpa asal-usul yang jelas itu semua adalah akibat pikirannya tidak konsentrasi. Ketidak konsentrasian disebabkan oleh berbagai sebab, yang jelas pikirannya kacau. Beberapa sebab orang tak dapat berpikir dengan tidak pasti ialah :
1. obsesi
2. phobia
3. kompulasi
4. hysteria
5. delusi
6. halusinasi
7. keadaan emosi

Contohnya, jika Anda tidak tahu apakah besok hujan, maka Anda mengalami ketidakpastian. Bila Anda menerapkan kemungkinan ini pada hasil memungkinkan yang menggunakan perkiraan cuaca atau penilaian kemungkinan terkalibrasi, Anda telah memperkirakan ketidakpastian.

G. USAHA-USAHA MENGATASI KETIDAKPASTIAN
        Orang yang tidak dapat berpikir dengan baik, atau kacau pikirannya ada bermacam-macam penyebabnya. Untuk dapat menyembuhkan keadaan itu bergantung kepada mental si penderita. Andaikata penyebab sudah diketahui, kemungkinan juga tidak dapat sembuh. Bila hal itu terjadi, maim jalan yang paling baik bagi penderita ialah diajak atau pergi sendiri ke psikolog.

Ayat - ayat Al-qur’an dalam mengataasi ketidakpastian :
Al-Baqarah (2) : 23

وَإِن كُنتُمْ فِي رَيْبٍ مِّمَّا نَزَّلْنَا عَلَى عَبْدِنَا فَأْتُواْ بِسُورَةٍ مِّن مِّثْلِهِ وَادْعُواْ شُهَدَاءكُم مِّن دُونِ اللّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ

" Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Qur'an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Qur'an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar . "


SUMBER
http://arieswahyu89.blogspot.com/2012/01/tugas-3-manusia-dan-kegelisahan.html
http://achmadfarismuharam.blogspot.com/2012/01/tugas-ibd-3-manusia-dan-kegelisahan.html
http://desilaila.multiply.com/journal/item/25/BAB_10_IBD_MANUSIA_DAN_KEGELISAHAN?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem

KONSEPSI ILMU BUDAYA DASAR DALAM KESUSASTRAAN


A. PENDEKATAN KESUSASTRAAN
Sastra berasal dari kata castra berarti tulisan. Dari makna asalnya dulu, sastra meliputi segala bentuk dan macam tulisan yang ditulis oleh manusia, seperti catatan ilmu pengetahuan, kitab-kitab suci, surat-surat, undang-undang, dan sebagainya.

Sastra dalam arti khusus yang kita gunakan dalam konteks kebudayaan, adalah ekspresi gagasan dan perasaan manusia. Jadi, pengertian sastra sebagai hasil budaya dapat diartikan sebagai bentuk upaya manusia untuk mengungkapkan gagasannya melalui bahasa yang lahir dari perasaan dan pemikirannya.

Sedangkan seni adalah kreavitas yang telah ada (alamiah) maupun dibuat manusia diberbagai macam hal dididunia yang termasuk didalamnnya hal yang menarik dan membosankan tergantung pandangan masing-masing pribadi.

Horatius mengatakan bahwa manfaat sastra itu berguna dan menyenangkan. Secara lebih jelas dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Karya sastra dapat membawa pembaca terhibur melalui berbagai kisahan yang  disajikan pengarang mengenai kehidupan yang ditampilkan. Pembaca akan memperoleh pengalaman batin dari berbagai tafsiran terhadap kisah yang disajikan.
2. Karya sastra dapat memperkaya jiwa/emosi pembacanya melalui pengalaman hidup para tokoh dalam karya.
3. Karya sastra dapat memperkaya pengetahuan intelektual pembaca dari gagasan, pemikiran, cita-cita, serta kehidupan masyarakat yang digambarkan dalam karya.
4. Karya sastra mengandung unsur pendidikan. Di dalam karya sastra terdapat nilai-nilai tradisi budaya bangsa dari generasi ke generasi. Karya sastra dapat digunakan untuk menjadi sarana penyampaian ajaran-ajaran yang bermanfaat bagi pembacanya.
5.  Karya sastra dapat dijadikan sebagai bahan perbandingan atau penelitian tentang keadaan sosial budaya masyarakat yang digambarkan dalam karya sastra tersebut dalam waktu tertentu.

Masalah sastra dan seni sangat erat hubungannya dengan ilmu budaya dasar, karena materi-materi yang diulas oleh ilmu budaya dasar ada yang berkaitan dengan sastra dan seni.Budaya Indonesia sanagat menunjukkan adanya sastra dan seni didalamnya. Latar belakang IBD dalam konteks budaya, negara dan masyarakat Indonesia berkaitan dengan masalah sebagai berikut :

1.  Kenyataan bahwa bangsa indonesia berdiri atas suku bangsa dengan segala keanekaragaman budaya yg tercemin dalam berbagai aspek kebudayaannya, yg biasanya tidak lepas dari ikatan2 primordial, kesukaan, dan kedaerahan .
2.  Proses pembangunan yg sedang berlangsung dan terus menerus menimbulkan dampak positif dan negatif berupa terjadinya perubahan dan pergeseran sistem nilai budaya sehingga dengan sendirinya mental manusiapun terkena pengaruhnya .
3. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menimbulkan perubahan kondisi kehidupan mausia, menimbulkan konflik dengan tata nilai budayanya, sehingga manusia bingung sendiri terhadap kemajuan yg telah diciptakannya .

B. ILMU BUDAYA DASAR YANG DI HUBUNGKAN DENGAN PROSA
Prosa merupakan karya sastra yang disusun dalam bentuk cerita secara bebas, yang tidak terikat rima dan irama.
Prosa terbagi menjadi 2 jenis, yaitu prosa lama dan prosa baru.

Prosa lama meliputi :
1. Dongeng-dongeng
2. Hikayat
3. Sejarah
4. Epos
5. Cerita pelipur lara

Prosa baru meliputi :
1. Cerita pendek
2. Roman/ novel
3. Biografi
4. Kisah
5. Otobiografi

C. NILAI-NILAI DALAM PROSA FIKSI
Prosa Fiksi adalah kisahan atau ceritera yang diemban oleh palaku-pelaku tertentu dengan pemeranan, latar serta tahapan dan rangkaian ceritera tertentu yang bertolak dari hasil imajinasi pengarangnya sehingga menjalin suatu ceritera.

Nilai-nilai yang terdapat dalam prosa fiksi, yaitu :
1. Prosa fiksi memberikan kesenangan
2. Prosa fiksi memberikan informasi
3. Prosa fiksi memberikan warisan cultural
4. Prosa fiksi memberikan keseimbangan wawasan

Terdapat 2 jenis karya sastra, yaitu :
1. Karya sastra yang menyuarakan aspirasi zamannya
2. Karya sastra yang menyuarakan gejolak zamannya

Contoh prosa dalam bentuk pantun :
Kayu cendana diatas batu
Sudah diikat dibawa pulang
Adat dunia memang begitu
Benda yang buruk memang terbuang

D. ILMU BUDAYA DASAR YANG DI HUBUNGKAN DENGAN PUISI
Puisi merupakan pelampiasan jiwa seorang penyair tentang manusia, alam dan tuhan melalui bahasa estetik yang terpadu.

Kreativitas penyair dalam membangun puisinya, yaitu dengan :
-Figura bahasa, seperti gaya personifikasi, metafora, perbandingan, alegori, dsb.
-Kata-kata yang ambiquitas, yaitu kata-kata yang bermakna ganda, banyak tafsir.
-Kata-kata yang berjiwa, yaitu kata-kata yang sudah di beri suasana tertentu, berisi perasaan dan pengalaman jiwa penyair sehingga terasa hidup dan memukau.
-Kata-kata yang konotatif, yaitu kata-kata yang sudah di beri tambahan nilai-nilai rasa dan asosiasi-asosiasi tertentu. Pengulangan, yang berfungsi untuk mengintensifkan hal-hal yang di lukiskan, sehingga lebih menggugah hati.

Alasan-alasan yang mendasari penyajian puisi pada perkuliahan IBD, yaitu :
1. hubungan puisi dengan pengalaman hidup manusia
2. puisi dan keisyafan / kesadaran individual
3. puisi dan keinsyafan social

 
SUMBER
http://ikibalfr-android.blogspot.com/2012/03/tugas-ibd-bab-3-konsepsi-ilmu-budaya.html
http://arieswahyu89.blogspot.com/2012/01/tugas-ibd-1-konsepsi-ilmu-budaya-dasar.html
http://achmadfarismuharam.blogspot.com/2012/01/tugas-ibd-1-konsepsi-ilmu-budaya-dasar.html
http://syilpid.multiply.com/journal/item/1/Seni_Adalah?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/03/contoh-prosa/

HAKEKAT MANUSIA- MANUSIA DAN KEBUDAYAAN



a. Mahluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh.
Tubuh adalah materi yang dapat dilihat, diraba, dirasa, wujudnya konkrit tetapi tidak abadi.Jika manusia itu meninggal, tubuhnya hancur dan lenyap. Jiwa terdapat didalam tubuh, tidak dapat dilihat, tidak dapat diraba, sifatnya abstrak tetapi abadi. Jika manusia meninggal, jiwa lepas dari tubuhnya dan kembali ke asalnya yaitu Tuhan, dan jiwa tidak mengalami kehancuran. Jiwa adalah roh yang ada di dalam tubuh manusia sebagai penggerak dan sumber kehidupan.

b.Mahluk ciptaan tuhan yang paling sempurna, jika di bandingkan dengan mahluk lainnya.
Kesempurnaanya terletak pada adab dan budayanya, karena manusia di lengkapi oleh penciptanya dengan akal, perasaan, dan kehendak yang terdapat di dalam jiwa manusia. Dengan akal(ratio) manusia mampu menciptakan ilmu pengetahuan dan teknologi. Adanya nilai baik dan buruk,mengharuskan manusia mampu mempertimbangkan, menilai dan berkehendak menciptakan kebenaran, keindahan, kebaikan, atau sebaliknya. Selanjutnya dengan adanya perasaan, manusia mampu menciptakan kesenian. Daya rasa (perasaan) dalam diri manusia itu ada dua macam, yaitu perasaan inderawi dan perasaan rohani. Perasaan inderawi adalah rangsangan jasmani melalui panca indera. Tingkatnya rendah dan terdapat pada manusia atau binatang. Perasaan rohani adalah perasaan luhur yang hanya terdapat pada manusia, misalnya:

 -Perasaan intelektual, yaitu perasaan yang berkenaan dengan pengetahuan. Seseorang merasa senang atau puas apabila ia dapat mengetahui sesuatu, sebaliknya tidak senag atau tidak puas apabila ia tidak berhasil mengetahui sesuatu.

-Perasaan estesis, yaitu perasaan yang berkenan dengan keindahan. Seseorang merasa senang apabila ia melihat atau mendengar sesuatu yang indah, sebaliknya timbul perasaan kesal apabila tidak indah.

-Perasaan etis, yaitu perasaan yang berkenaan dengan kebaikan. Seseorang merasa senang apabila sesuatu itu baik. Sebaliknya, perasaan benci apabila sesuatu itu jahat.

-Perasaan diri, yaitu perasaan yang berkenaan dengan harga diri karena ada kekebihan dari yang lain. Apabila seseorang memiliki kelebihan pada dirinya, ia merasa tinggi, angkuh, dan sombong, sebaliknya apabila ada kekurangan pada dirinya ia merasa rendah diri.

-Perasaan social, perasaan yang berkenaan dengan kelompok atau korp atau hidup bermasyarakat,ikut merasakan kehidupan orang lain. Apabila seseorang berhasil, ia akan merasa senang, namunapabila seseorang gagal atau mendapatkan musibah, ia akan merasa sedih.

-Perasaan religious, perasaan yang berkenaan dengan agama atau kepercayaan. Seseorang merasatentram jiwanya apabila ia tawakal kepada Tuhan, yaitu mematuhi segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan – Nya.Adanya kehendak dari setiap manusia mampu menciptakan perilaku tentang kebaikan menurut moral.

c.Mahluk biokultural, yaitu mahluk hayati yang budayawi

Manusia adalah produk dari saling tindak atau interaksi faktor-faktor hayati dan budayawi. Sebagai mahluk hayati, manusia dapat dipelajari dari segi-segi anatomi, fisiologi atau faal, biokimia,psikobiologi, patologi, genetika, biodemografi, evolusi biologisnya, dan sebagainya. Sebagai mahluk budayawi manusia dapat dipelajari dari segi– segi : kemasyarakatan, kekerabatan, psikologi social,kesenian, ekonomi, perkakas, bahasa, dan sebagainya.

d.Mahluk ciptaan Tuhan yang terikat dengan lingkungan (ekologi), mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya.
Soren Kienkegaard seorang filsuf Denmark pelopor ajaran “eksistensialisme” memandang manusia
dalam konteks kehidupan konkrit adalah mahluk alamiah yang terikat dengan lingkungaannya (ekologi), memiliki sifat-sifat alamiah dan tunduk pada hokum alamiah pula.Hidup manusia mempunyai tiga taraf, yaitu estesis, etis dan religious. Dengan kehidupan estesis,manusia mampu menangkap dunia sekitarnya sebagai dunia yang mengagumkan dan mengungkapkan kembali (karya) dalam lukisan, tarian, nyanyian yang indah. Dengan etis manusia meningkatkan kehidupan estesis ke dalam tingkatan manusiawi dalam bentuk-bentuk keputusan bebas dan dipertanggung jawabkan. Dengan kehidupan religious, manusia menghayati pertemuannya dengan Tuhan.


SUMBER
http://www.scribd.com/doc/87002513/MAKALAH-IBD

PHOBIA – MANUSIA DAN PENDERITAAN



Istilah “phobia” berasal dari kata “phobi” yang artinya ketakutan atau kecemasan yang sifatnya tidak rasional; yang dirasakan dan dialami oleh seseorang. Phobia merupakan ketakutan yang berlebih-lebihan terhadap benda-benda atau situasi-situasi tertentu yang seringkali tidak beralasan dan tidak berdasar pada kenyataan.

Menurut buku DSM-IV (Diagnostic and Statistical Manual for Mental Disorder IV) terdapat 3 jenis phobia, yaitu :

1. Phobia sederhana,
Merupakan phobia terhadap suatu obyek/keadaan tertentu, seperti pada binatang, tempat tertutup, ketinggian, dan lain lain.

2. Phobia sosial
Merupakan phobia terhadap pemaparan situasi sosial, seperti takut jadi pusat perhatian, orang seperti ini senang menghindari tempat-tempat ramai.

3. Phobia kompleks
Merupakan phobia terhadap tempat atau situasi ramai dan terbuka, misalnya di kendaraan umum/mall orang seperti ini bisa saja takut keluar rumah.

Pada umumnya phobia disebabkan karena pernah mengalami ketakutan yang hebat atau pengalaman pribadi yang disertai perasaan malu atau bersalah yang semuanya kemudian ditekan kedalam alam bawah sadar. Peristiwa traumatis di masa kecil dianggap sebagai salah satu kemungkinan penyebab terjadinya phobia.

Perlu kita ketahui bahwa phobia sering disebabkan oleh faktor keturunan, lingkungan dan budaya. Perubahan-perubahan yang terjadi diberbagai bidang sering tidak seiring dengan laju perubahan yang terjadi di masyarakat, seperti dinamika dan mobilisasi sosial yang sangat cepat naiknya, antara lain pengaruh pembangunan dalam segala bidang dan pengaruh modernisasi, globalisasi, serta kemajuan dalam era informasi.

Dalam kenyataannya perubahan-perubahan yang terjadi ini masih terlalu sedikit menjamah anak-anak sampai remaja. Seharusnya kualitas perubahan anak-anak melalui proses bertumbuh dan berkembangnya harus diperhatikan sejak dini khususnya ketika masih dalam periode pembentukan (formative period) tipe kepribadian dasar (basic personality type). Ini untuk memperoleh generasi penerus yang berkualitas. Berbagai ciri kepribadian/karakterologis perlu mendapat perhatian khusus bagaimana lingkungan hidup memungkinkan terjadinya proses pertumbuhan yang baik dan bagaimana lingkungan hidup dengan sumber rangsangannya memberikan yang terbaik bagi perkembangan anak, khususnya dalam keluarga.

Terdapat 5 teknik dalam penyembuhan phobia, yaitu :

1. Hypnotheraphy
Teknik penyembuhan dengan cara memberi sugesti-sugesti untuk menghilangkan phobia kepada penderita phobia

2. Flooding
Teknik penyembuhan Exposure Treatment yang ekstrim. Si penderita phobia yang ngeri kepada anjing (cynophobia), dimasukkan ke dalam ruangan dengan beberapa ekor anjing jinak, sampai ia tidak ketakutan lagi.

3. Desentisisasi Sistematis
Teknik penyembuhan exposure bersifat ringan. Si penderita phobia yang takut akan anjing disuruh rileks dan membayangkan berada ditempat cagar alam yang indah dimana si penderita didatangi oleh anjing-anjing lucu dan jinak.

4. Abreaksi
Si penderita phobia yang takut pada anjing dibiasakan terlebih dahulu untuk melihat gambar atau film tentang anjing, bila sudah dapat tenang baru kemudian dilanjutkan dengan melihat objek yang sesungguhnya dari jauh dan semakin dekat perlahan-lahan. Bila tidak ada halangan maka dapat dilanjutkan dengan memegang anjing dan bila phobia-nya hilang mereka akan dapat bermain-main dengan anjing. Memang sih bila phobia yang dikarenakan pengalaman traumatis lebih sulit dihilangkan.

5. Reframing
Penderita phobia disuruh membayangkan kembali menuju masa lampau dimana permulaannya si penderita mengalami phobia, ditempat itu dibentuk suatu manusia baru yang tidak takut lagi pada phobia-nya.


SUMBER
http://www.omegleindonesia.com/curhat/?p=83

ORIENTASI NILAI BUDAYA – MANUSIA DAN KEBUDAYAAN



Orientasi nilai bersifat komplek tetapi terpola pada prinsip yang mengutamakan tatanan dan langsung pada tindakan dan pikiran manusia yang berhubungan dengan solusi dalam memecahkan masalah. Terdapat 3 asumsi dari pernyataan tersebut, yaitu :
1. Orang dalam semua budaya harus menemukan solusi untuk memecahkan masalah.
2. Solusi yang tersedia tidak terbatas.
3. Satu solusi cenderung dipilih anggota budaya tertentu. Semua potensial tampak pada setiapbudaya.

Terdapat 5 masalah pokok kehidupan manusia dalam sistem nilai budaya, yaitu

1. Hakekat hidup manusia

Hakekat hidup manusia merupakan orientasi yang menunjuk pada karakter pembawaan sifat manusia. Yang dipandang sebagai pembawaan yang baik, jahat, atau campuran dari itu. Manusia di pandang tidak hanya sebagai baik atau jahat tetapi juga untuk merubah dan tidak dapat berubah. Kita harus mengakui bahwa hubungan manusia sebagai campuran baik dan buruk, sedangkan yang tidak sama adalah sebagai pandangan adalah netral.
Terdapat 6 solusi potensial pada masalah ini, yaitu :
1.Manusia yang jahat tetapi dapat merubah.
2.Manusia jahat dan tidak dapat dirubah.
3.Manusia adalah netral yang respek pada baik dan jahat.
4.Manusia adalah campuran baik dan jahat.
5.Manusia itu baik tapi dapat berubah.
6.Manusia itu baik dan tidak dapat berubah.

2. Hakekat karya (aktifitas ) manusia
Aktifitas manusia dapat dilihat dalam tiga cara, yaitu :
1.Doing
Merupakan orientasi yang melibatkan pada tipe aktifitas yang hasilnya tampak pada eksternal individu yang diukur dengan sesuatu.
2.Being
Merupakan lawan yang exterm dari orientasi doing.
3.Becoming
Merupakan integrasi keseluruhan pada perkembangan diri.

3. Hakekat Waktu Manusia

Terdapat orientasi pada tiga masa, yaitu :
1.Orientasi masa lalu adalah unggul dalam budaya dalam penempatan nilai yang tinggi pada tradisi dimasa lalu.
2. Orientasi masa sekarang yaitu dimana orang-orang member perhatian yang relative kecil padaapa yang dikerjakan pada masa lalu dan pada apa yang akan terjadi pada masa depan.
3. Orientasi masa depan adalah masa yang memiliki nilai tinggi.


4. Hakekat Alam Manusia

Terdapat tiga tipe utama, yaitu :
1.Menguasai alam, orientasi ini melihat bahwa semua kekuatan alam dapat mengatasi masalah.
2. Harmoni dengan alam, memiliki makna bahwa tidak ada perbedaan antara kehidupan manusia,sifat dan supernatural.
3. Penaklukan kepada alam yang unggul dinegara seperti spanyol, Amerika. Yaitu kita percaya bahwa tidak ada sesuatu yang dapat dikerjakan untuk mengontrol alam jika ada ancaman, tidak sesuatu pun yang dapat terlepas dari bahaya.

5. Hakekat Hubungan Manusia

Terdapat tiga cara untuk mengartikan hubungan dengan oranglain (Kluckhon dan Strodbeck) yaitu :

1.Individualism
Orientasi ini ditandai dengan otonomi individu dengan kata lain individu adalah unik dan sebagaientitas tersendiri. Prioritas tujuan dan sasarannya adalah memprioritaskan pada individu daripada kelompok.

2. Orientasi langsung atau lineality
Orientasi ini memfokuskan pada kelompok dengan tujuan kelompok merupakan prioritas utama.Menurut Kluckhon dan strodbeck kontinyuitas dari kelompok adalah melalui waktu individu-individu adalh penting hanya untuk anggota kelompok tersebut.

3.Collaterality
Orientasi ini memfokuskan pada kelompok tetapi bukan perluasan kelompok melalui waktu.Sepertinya focus pada perluasan kelompok secara lateral/ke samping (anggota kelompok dariindividu yang paling dekat dalam waktu dan tempat). Tujuan dari kelompok diatas kepentingan individu. Pada kenyataannya orang-orang tidak mempertimbangkannya kecuali vis a vis/ sebagai lawan anggota kelompok.

 

SUMBER
http://www.scribd.com/doc/87002513/MAKALAH-IBD

CINTA MENURUT AJARAN AGAMA


CINTA MENURUT AJARAN ISLAM

Cinta secara bahasa merupakan perasaan suka sekali dan senang sekali. Cinta secara istilah merupakan rasa kasih sayang yang muncul dari lubuk hati yang terdalam untuk rela berkorban, tanpa mengharap imbalan apapun, dan dari siapapun kecuali imbalan yang datang dan diridhai Allah.

Hal tersebut telah di jelaskan di dalam Al-Qur’an Surat At-Taubah ayat ke 24 yang artinya :
“Jika bapa-bapa(pembesar dan nenek moyang), anak-anak, saudara-saudara,istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cinta daripada Allah dan Rasul-NYA dan dari berjihad di jalan-NYA, Maka tunggulaah sampai Allah mendatangkan keputusan (azab)-NYA, dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik” (Q.S At-Taubah,9:24)

Di dalam islam, Cinta terbagi menjadi 3 kelompok, yaitu

1. Cinta terhadap Allah SWT
Manusia yang cinta terhadap Allah SWT akan selalu taat kepada-NYA, dengan menjalankan segala perintah-NYA dan menjauhkan segala larangan-NYA. Cinta kepada Allah merupakan cinta seorang hamba kepada Penciptanya, dengan cara mengakui kebesaran dan keesaan-NYA. Cinta terhadap Allah tidak lepas daripada yang disebut sebagai Akhlak, keimanan, dan tauhid.

a. Akhlak
Akhlak secara terminologi berarti tingkah laku seseorang yang didorong oleh suatu keinginan secara sadar untuk melakukan suatu perbuatan yang baik.Akhlak merupakan bentuk jamak dari kata khuluk, berasal dari bahasa Arab yang berarti perangai, tingkah laku, atau tabiat.

Kata akhlak diartikan sebagai suatu tingkah laku, tetapi tingkah laku tersebut harus dilakukan secara berulang-ulang tidak cukup hanya sekali melakukan perbuatan baik, atau hanya sewaktu-waktu saja.Seseorang dapat dikatakan berakhlak jika timbul dengan sendirinya didorong oleh motivasi dari dalam diri dan dilakukan tanpa banyak pertimbangan pemikiran apalagi pertimbangan yang sering diulang-ulang, sehingga terkesan sebagai keterpaksaan untuk berbuat. Apabila perbuatan tersebut dilakukan dengan terpaksa bukanlah pencerminan dari akhlak.

Ada empat hal yang harus ada apabila seseorang ingin dikatakan berakhlak, yaitu :
1. Perbuatan yang baik atau buruk.
2. Kemampuan melakukan perbuatan.
3. Kesadaran akan perbuatan itu
4. Kondisi jiwa yang membuat cenderung melakukan perbuatan baik atau buruk

Akhlak terbagi menjadi 2 jenis :

1. Akhlak Terpuji ( Akhlak Mahmudah )
Akhlak terpuji meliputi :
1. Jujur (Ash-Shidqu)
2. Berprilaku baik (Husnul Khuluqi)
3. Malu (Al-Haya')
4. Rendah hati (At-Tawadlu')
5. Murah hati (Al-Hilmu)
6. Sabar (Ash-Shobr)

2. Akhlak Tercela ( Akhlak Mazmumah )
Akhlak tercela meliputi :
1. Sombong
2. Dusta
3. Khianat
4. Kikir
3. Dzalim
6. Bergunjing

b. Keimanan
Kata keimanan berasal dari kata iman yang artinya percaya atau yakin. Iman adalah pembenaran dengan hati, perkataan dengan lisan dan pengamalan dengan anggota tubuh dan amal perbuatan nerupakan bagian dari iman.

c. Tauhid
Tauhid secara bahasa arab merupakan bentuk masdar dari fi’il wahhada-yuwahhidu (dengan huruf ha di tasydid), yang artinya menjadikan sesuatu satu saja. Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin berkata: “Makna ini tidak tepat kecuali diikuti dengan penafian. Yaitu menafikan segala sesuatu selain sesuatu yang kita jadikan satu saja, kemudian baru menetapkannya” (Syarh Tsalatsatil Ushul, 39).

Secara istilah syar’i, makna tauhid adalah menjadikan Allah sebagai satu-satunya sesembahan yang benar dengan segala kekhususannya (Syarh Tsalatsatil Ushul, 39). Dari makna ini sesungguhnya dapat dipahami bahwa banyak hal yang dijadikan sesembahan oleh manusia, bisa jadi berupa Malaikat, para Nabi, orang-orang shalih atau bahkan makhluk Allah yang lain, namun seorang yang bertauhid hanya menjadikan Allah sebagai satu-satunya sesembahan saja.

2. Cinta terhadap Lingkungan Hidup
Cinta terhadap Lingkungan berarti memelihara, menjaga dengan cara melestarikannya serta tidak merusaknya. Karena apabila lingkungan hidup kita rusak, maka dampaknya akan kembali kepada kita sendiri. Contoh banjir. Banjir terjadi karena ulah manusia yang tidak mencintai lingkungan. Andaikan manusia mencintai lingkungan, maka tidak akan terjadi yang namanya banjir. Banjir memberikan dampaknya terhadap kehidupan manusia, seperti mewabahnya sarang penyakit, dan lain sebagainya.

Islam mengajarkan umatnya mengasihi semua binatang dan melarang umatnya untuk menyiksa binatang. Karena binatang adalah makhluk ciptaan Allah. Tidak membunuh mereka untuk kesenangan, dan tentu saja tidak boleh melukai dan menyiksanya. Karena binatang merupakan salah satu sumber makanan manusia. Kita sebagai manusia harus menghormati mereka dengan berdoa dan tidak membunuh mereka lebih dari yang kita makan

3. Cinta terhadap sesama Manusia
Di dalam ajaran islam, cinta sesama manusia tidak lepas dari rasa cintanya terhadap penciptanya. Karena dalam ajaran islam, cinta terhadap Allah juga berarti cinta terhadap sesama manusia sebagai ciptaan-NYA. Karena hal ini berkaitan dengan yang namanya akhlak. Cinta terhadap sesama Manusia tidak boleh melebihi cinta kita kepada Allah SWT.

Cinta terhadap sesama Manusia terwujud di dalam Al-Qur’an Surat Al- Hujurat ayat 13 yang artinya :
“Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kalian dari laki-laki dan perempuan, dan Kami menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kalian adalah orang yang paling bertaqwa di sisi Allah. “ (Q.S Al-Hujurat :13)



SUMBER
http://kolom.blogdetik.com/arti-cinta-menurut-islam/
http://id.wikipedia.org/wiki/Akhlak
http://muslim.or.id/aqidah/makna-tauhid.html